PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN
ISLAM
Pendidikan
adalah dakwah. Pendidikan yang dadalm bahasa arab disebut tarbiyah, merupakan
suatu tanggung jawab yang besar yang telah Allah SWT pesankan kepada Nabi-Nya :
$tB tb%x. @t±u;Ï9 br& çmuÏ?÷sã ª!$# |=»tGÅ3ø9$# zNõ3ßsø9$#ur no§qç7Y9$#ur §NèO tAqà)t Ĩ$¨Z=Ï9 (#qçRqä. #Y$t6Ïã Ík< `ÏB Èbrß «!$# `Å3»s9ur (#qçRqä. z`¿ÍhÏY»/u $yJÎ/ óOçFZä. tbqßJÏk=yèè? |=»tGÅ3ø9$# $yJÎ/ur óOçFZä. tbqßâôs? ÇÐÒÈ
Tidak wajar bagi seseorang manusia
yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, Hikmah dan kenabian, lalu Dia berkata
kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan
penyembah Allah." akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi
orang-orang rabbani,
karena kamu selalu mengajarkan Al kitab dan disebabkan kamu tetap
mempelajarinya. (Ali Imran : 79)
Artinya
dengan menelantarkan pendidikan maka akant erjadi kekurangan dan ketimpangan.
Tidak lain dan tidak bukan, inilah tugas para Rasul dan pengikutnya.
ö@è% ¾ÍnÉ»yd þÍ?Î6y (#þqãã÷r& n<Î) «!$# 4 4n?tã >ouÅÁt/ O$tRr& Ç`tBur ÓÍ_yèt6¨?$# ( z`»ysö6ßur «!$# !$tBur O$tRr& z`ÏB úüÏ.Îô³ßJø9$# ÇÊÉÑÈ
Katakanlah: "Inilah jalan
(agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah
dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang
yang musyrik". (yusuf: 108)
Tugas
mereka dilanjutkan oleh para penerusnya, menjalankan pendidikan ini sesuai
dengan keadaan zaman mereka masing-masing, baik dengan berceramah di atas
mimbar, di majlis-majlis taklim, di bangku taman-taman Al-Qur’an, di
pondok-pondok pesantren, maupun yang lainnya. Yang jelas substansi dari apa
yang mereka ajarkan adalah sama, walaupun dengan cara yang berbeda.
Maka
sebuah pendidikan Islam , baik yang dijalankan oleh individu maupun oleh sebuah
institusi, harus menjunjung tinggi nilai rislah Rasulullah SAW. Oleh karena itu
yang menjadi target mereka dalam dunia tarbiyah adalah sebagai berikut :
1.
Dalam lingkup ibadah kepada Allah SWT ,
targetnya adalah mewujudkan keikhlasan seluruh ibadah hanya kepada Allah SWT,
karena ini merupakan tujuan terciptanya alam ini.
2.
Dalam lingkup pribadi, targetnya adalah
membangun pribadi yang taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
3.
Dalam lingkup masyarakat, targetnya
adalah membangun umat yang beriman dengan individu-individu muslim yang taat
tersebut,s ehingga terwujud maslahat duni akhirat.
A. Sumber
Pendidikan Islam
Sumber pendidikan Islam adalah :
1. Al-Qur’anul
karim
Tidak diragukan bahwa Al-Qur’an
merupakan sumber ilmu yang mengandung pengetahuan demikian luas. Cukuplah bagi
kita untuk mengetahui betapa luasnya isi Al-Qur’an melalui firman Allah SWT
berikut :
tPöqtur ß]yèö7tR Îû Èe@ä. 7p¨Bé& #´Îgx© OÎgøn=tæ ô`ÏiB öNÍkŦàÿRr& ( $uZø¤Å_ur Î/ #´Íky 4n?tã ÏäIwàs¯»yd 4 $uZø9¨tRur øn=tã |=»tGÅ3ø9$# $YZ»uö;Ï? Èe@ä3Ïj9 &äóÓx« Yèdur ZpyJômuur 3uô³ç0ur tûüÏJÎ=ó¡ßJù=Ï9 ÇÑÒÈ
(dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap
umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu
(Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. dan Kami turunkan kepadamu
Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat
dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.
Bukan hanya kaya akan pengetahuan, akan
tetapi Al-Qur’an juga terjamin kebenarannya. Allah SWT berfirman :
w ÏmÏ?ù't ã@ÏÜ»t7ø9$# .`ÏB Èû÷üt/ Ïm÷yt wur ô`ÏB ¾ÏmÏÿù=yz ( ×@Í\s? ô`ÏiB AOÅ3ym 7ÏHxq ÇÍËÈ
Yang tidak datang
kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang
diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.
2. Hadits
Nabi Muhammad SAW
Hadits sebagai penjabaran dari
Al-Qur’an, juga mengandung ilmu yang sngat luas. Di samping keluasan ilmunya,
juga terjamin keabsahannya, karena hadits termasuk wahyu. Allah SWT berfirman :
$tBur ß,ÏÜZt Ç`tã #uqolù;$# ÇÌÈ ÷bÎ) uqèd wÎ) ÖÓórur 4Óyrqã ÇÍÈ
3. dan Tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan
hawa nafsunya.
4. ucapannya itu tiada
lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
Tentunya hadits yang dimaksud adalah
hadits yang sahih, sehingga perlu adanya pemilahan terlebih dahulu antara yang
sahih dan dhaif (lemah).
3. Bimbingan
para ulama
Para ulama yang memang dikenal berjalan
di atas jalan yang lurus, mengagungkan Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW,
serta tidak keluar dari jalan oara sahabat dan tabi’in, sebagai generasi
terbaik umat ini. Mereka telah mewariskan kepada kita khazanah ilmiah dan
tarbawiyyah berupa materi-materi pendidikan, baik yang tertuang dalam
kitab-kitab mereka maupun yang tersebar dalam buku-buku ulama lain berupa
bimbingan, nasihat, mutiara hikmah, dan semacamnya.
B. Karakteristik
Seorang Pengajar
Seorang pengajar adalah penyampai ajaran
nabi Muhammad SAW yang mulia. Dia bukan hanya penyampai sebuah materi, lebih
dari itu kegiatan yang dia jalani merupakan bagian amal ibadah yangpenting,
serta memiliki tujuan yang mulia. Maka dari itu, seorang pengajar harus
menyadari kedudukannya dan amanah yang dibebankan di atas pundaknya. Seorang
pengajar bukan sembarang orang, yang asal bisa menyampaikan materi. Akan tetapi
ia harus memiliki karakteristik yang baik daiantaranya :
1. Berakidah
dan berkeyakinan yang benar serta bertakwa kepada Allah SWT
2. Memiliki
ilmu yang memadai
3. Memiliki
keteladanan
4. Memiliki
kejujuran dan kesungguhan
5. Berakhlak
yang mulia, seperti tawadhu, sikap adil, berani, sabar dan kasih sayang
6. Berjiwa
sosial, seperti bisa bermusyawarah, bekerjasama dan memiliki rasa tanggung
jawab.
C. Karakteristik
Tarbiyah Islamiyah
Tarbiyah islamiyah merupakan sebuah
tarbiyah yang memiliki ciri khas yang melekat, bukan tarbiyah yang asal jadi
dantidak punya jati diri. Bahkan tarbiyah islamiyah memiliki sifat-sifat mulia,
karena bertujuan mencetak pribadi dan masyarakat yang mulia, dunia dan akhirat.
Diantara ciri khasnya sebagai berikut :
1. Lengkap
dan menyeluruh
Yakni mencakup berbagai sisi kehidupan
baik terkait urusan akidah (keyakinan) ibadah, maupun muamalah (interaksi
sosial). Dengan kata lain, mencakup pendidikan dalam berhubungan dengan Allah
SWT, dengan sesama makhluk atau juga dengan alam. Hal itu karena tarbiyah
Islamiyah berasal dari Allah SWT, sehingga Allah SWT membekali manusia dengan
segala hal yang menjadi kebutuhannya untuk hidup di dunia ini sebagai mahluk
ciptaanNya. Tarbiyah Islamiyah bukan bersumber dari ciptaan manusia yang
terbatas oleh waktu dan tempat, sehingga tidak sempurna.
2. Keseimbangan
Maksudnya adalah tarbiyah Islamiyah
bukanlah tarbiyah yang hanya memperhatikan salah satu sisi dari bagian manusia
yang utuh sehingga terjafi sebuah ketimpangan. Bahkan lebih dari itu dia
bersifat seimbang memerhatikan seluruh bagian manusia seutuhnya, sehingga kita
dapati pendidikan islam memerhatikan pandidikan rohani, jasmani dan akal secara
seimbang, sebagaimana juga seimbang antara dunia dan akhirat. Tidak hanya
menitik beratkan urusan dunia yang menumbuhkan sikap materialis, tidak juga
menitik bertakan urusan akherat sehingga menelantarkan hak-hak dirinya dan
orang lain.
$pkr'¯»t tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä #sÎ) ÏqçR Ío4qn=¢Á=Ï9 `ÏB ÏQöqt ÏpyèßJàfø9$# (#öqyèó$$sù 4n<Î) Ìø.Ï «!$# (#râsur yìøt7ø9$# 4 öNä3Ï9ºs ×öyz öNä3©9 bÎ) óOçGYä. tbqßJn=÷ès? ÇÒÈ #sÎ*sù ÏMuÅÒè% äo4qn=¢Á9$# (#rãϱtFR$$sù Îû ÇÚöF{$# (#qäótGö/$#ur `ÏB È@ôÒsù «!$# (#rãä.ø$#ur ©!$# #ZÏWx. ö/ä3¯=yè©9 tbqßsÎ=øÿè? ÇÊÉÈ
Hai orang-orang beriman,
apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada
mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang
demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Apabila telah ditunaikan
shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan
ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
3. Memiliki
ciri khaz
Yakni tarbiyah Islamiyah
mendidik seorang muslim sehingga memiliki jatidiri sebagai muslim, mampu untuk
senantiasa membawa identitasnya sebagai seorang muslim dalam kondisi apapun,
sehingga tidak larut dalam berbagai arus yang tidak islami. Demikianlah Nabi
Muhammad SAW mendidik para sahabatnya. Dengan itu kemuliaan seorang muslim dan
muslimin akan terjaga.