Berikut ini beberapa metode dan tips untuk membuat atau menciptakan
suatu alat peraga dari suatu konsep matematika. Penggunaan klasifikasi seperti
dikemukakan di atas, dapat membantu kita untuk menciptakan (mendesain) alat
peraga matematika.
1.
KONKRITISASI DAN
VISUALISASI.
Untuk
konsep, operasi, dan prinsip geometri, kita dapat membuat alat peraganya
melalui proses “konkritisasi”, sementara secara umum kita dapat membuat alat
peraganya melalui “visualisasi” terutama dengan menggunakan lembar atau papan
peraga.
Contoh.
(konkritisasi dari konsep geometri)
Konsep “segitiga samakaki” dapat dikonkritkan dengan membuat alat
peraga matematika berupa papan tripleks yang dipotong dengan bentuk segitiga
samakaki.
Hubungan sketsa grafik persamaan kuadrat, koefisien x2
, dan determinan (D) dapat dinyatakan dalam bentuk tabel atau dalam bentuk
pohon skema. Tabel atau pohon skema tersebut dapat ditulis pada kertas besar
(manila) atau tripleks untuk dijadikan alat peraga lembar atau papan peraga.
Contoh. (visualisasi dengan lembar atau papan peraga)
Untuk salah satu cara membuktikan Aturan Sinus, kita membutuhkan
suatu diagram gambar yang kan
sangat membantu bila telah tersedia dalam bentuk lembar atau papan peraga.
2.
PENGGUNAAN IDE PANJANG, LUAS DAN VOLUM.
Untuk
konsep yang dapat atau biasa dinyatakan dengan suatu rumus, penggunakan ide panjang,
luas dan volum dapat membantu mengkonkritkan konsep tersebut. Konsep-konsep
dalam aljabar, kalkulus, trigonometri, atau analisis dapat menggunakan ide
panjang, luas dan volum ini .
Penggunaan
ide panjang, luas, dan volum ini harus memperhatikan tanda nilai yang mungkin
dari bentuk aljabar, oleh karena sifat panjang, luas, dan volum biasanya selalu
positif bila diwujudkan secara konkrit.
Contoh.
Konsep bilangan asli yang diujudkan dengan bentuk
balok atau persegipanjang yang memanjang dengan ukuran panjang berbeda-beda
merupakan contoh sederhana penggunaan ide panjang.
…..
dan seterusnya
Untuk anak yang berusia sangat dini, penggunaan “tongkat-tongkat”
ini dapat diberi warna berbeda untuk ukuran panjang berbeda. Hal ini untuk
memudahkan anak membedakan ukuran panjang.
Contoh.
Konsep jumlah deret bilangan asli: 1 + 2 + 3 + … + n = ½ .n (n + 1)
Perhatikan, kita dapat memandang ½ .n (n + 1) sebagai setengah luasan persegipanjang dengan sisi n dan (n + 1). Maka jumlah deret bilangan asli tersebut dapat diwujudkan secara geometris sebagai luasan, sebagai berikut.
Contoh untuk n = 4
Dari sini dapat kita analisis.
Contoh. Konsep (a + b)3 = a3 + 3a2b + 3ab2
+ b3 .
Bentuk pangkat 3 mengingatkan kita pada ide volum. Kita
dapat memandang (a + b)3 sebagai volum sebuah kubus dengan sisi (a + b). Dengan begitu kita
dapatkan sebuah alat peraga, seperti tampak di bawah ini.

3.
MEMPERAGAKAN SUATU PRINSIP ATAU RUMUS GEOMETRIS.
Contoh. Memperagakan
rumus luas segitiga dengan bantuan persegipanjang.
Segitiga dengan panjang alas = a dan tinggi = t maka
luas segitiga = at.
Kita nyatakan at sebagai (at)
Jadi, setengah dari luas jajargenjang.
Contoh. Memperagakan
rumus volum bola dengan Prinsip Chavalieri.
Dengan dibuktikan bahwa luas irisan pada kedua bangun
sama, maka dengan prinsip Chavaliery dapat diturunkan rumus volum bola.
4.
PENGGUNAAN SUATU PERMAINAN ATAU PROSEDUR PERMAINAN
Dalam hal ini kita mengembangkan suatu permainan atau
puzzle (teka-teki) yang memuat keterampilan pemecahan masalah atau penerapan
konsep/prinsip matematika.
Contoh.
Puzzle susun bentuk-bentuk bangun geometri.
5.
PENERAPAN PRINSIP MATEMATIKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar